Minggu, 13 Maret 2011

Socratez Luncurkan Buku "'OPM"

JUBI --- Pendeta Duma Socratez Sofyan Yoman kembali mengeluarkan buku tentang gejolak politik Papua. Buku yang diluncurkan, Jumat, (11/3) diberi judul, "Otonomi, Pemekaran dan Merdeka (OPM) dalam buku itu, Socratez mengurai persoalan demi persoalan yang terjadi Papua.
"Indonesia gagal Meng-Indonesiakan Papua. Sehingga pemerintah NKRI sudah seharusnya menyadari hal tersebut dan segera menyelesaikan persoalan Papua melalui suatu mekanisme yang bermartabat seperti dialog bersama rakyat Papua yang dimediasi oleh pihak ketiga  yang netral,”   tegas Pdt. Duma Socratez Sofyan Yoman, saat membedah buku 'OPM' di Aditorium Sekolah Tinggi Theologia  (STT) Isak Samuel Kijne di Abepura, Jumat (10/3).
Socratez yang juga Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua ini, menulis buku OPM setebal 135 halaman.  Socratez mengurai berbagai gejolak politik, seperti penerapan Otonomi  Khusus (Otsus), Pemekaran wilayah dan tak lupa mengulas tentang  Organisasi Papua Merdeka (OPM). "Otsus dan kebijakan pemekaran wilayah di Papua bertujuan untuk meredupkan ideologi Papua merdeka generasi Papua, dan melunturkan perjuangan OPM," nilainya.
Dalam buku itu Socratez juga menulis agar pemerintah Indonesia tidak memecahkan tujuan politik lokal rakyat Papua, dan menghargai kebebasan serta hak demokrasi bagi Orang Asli Papua. "Demokrasi di Papua jangan dibungkam,” katanya.

Untuk menyelesaikan persolan di Papua, ada lima solusi yang ditawarkan Socrates dalam bukunya itu, diantaranya; Pemerintah Indonesia bisa  memberikan kemerdekaan bagi bangsa Papua Barat dengan cara terhormat, sebelum NKRI digugat secara hukum dan dipaksa secara tidak terhormat untuk meninggalkan tanah Papua.
“Karena makna kata merdeka tak sekedar bukan sekedar merdeka dalam kesejahteraan, pendidikan, ekonomi sebagaimana yang ditafsirkan oleh para pejabat NKRI. Merdeka yang dimaksud harga diri dan jati diri rakyat Papua yang ingin menjadi suatu negara yang benar-benar berdaulat sebagi pemilik tanah pusaka Papua.”
Kepada audiens Socratez mengatakan, buku yang ditulisnya itu  merupakan wujud nyata yang dilakukannya dalam menjalankan misi Tuhan untuk membela kebenaran  manusia yang tertindas di Papua.  "Buku OPM ini adalah bentuk kotbah saya, karena saya adalah duta besar Allah di dunia saat ini, mari seluruh pimpinan gereja dan umat Tuhan di Papua, kita saling bergandengan tangan, berdoa dan berjuang bersama-sama untuk mencapai tujuan kita" katanya.
Pdt. Socratez sendiri sebelumnya telah meluncurkan buku ‘Intergrasi Belum Selesai”  yang memilki 118 halaman banyak menceritakan tentang kisah sejarah Penentuan Pendapat Rakyat  (Pepera) 1969 dan mengulas kebenaran sebagaimana tergambar sebelumnya dari buku Papua Road Mapi dan buku. (Yarid AP)
http://tabloidjubi.com/index.php/daily-news/jayapura/11302-socratez-luncurkan-buku-opm 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar